Follow Us @soratemplates

3 Mar 2017

Oh, Hello Sister!

Maret 03, 2017 2 Comments
Teruntuk adikku sayang...
Tersenyumlah.
Iya yang manis lah.
Kurang lebar sayang!
Hmm.. Kamu sama sekali tidak tersenyum.
Bengong mungkin.
Mmm.
Ok.
Tatap mata mu dalam tulisan lekat-lekat dik. Ini kakak dalam dunia virtual. Tahukan kakak begitu menyayangimu?
Meskipun jarak kita terpisah ratusan mil atau bahkan ribuan mil suatu saat nanti. Atau bahkan kita terpisah dalam dua dunia berbeda di masa depan. Kakak disini sungguh sangat menyayangimu..
😊
Kakak tersenyum menuliskan ini.
Tapi tunggu. Ada bulir air di pipi kakak. Bisa adik sekakan?  Tidak apa tidak secara langsung. Membayangkannya saja sudah membuat kakak bahagia!
Hehe.
Ayolah tertawa. Ini kakak seperti orang apa ya.. tertawa sendiri.
Kakak rindu tertawa bersama kamu dik.
...

25 Jan 2014

Persaudaraan, Pengkhianatan, dan Kesetiaan Seorang Kawan

Januari 25, 2014 0 Comments

Judul Buku                  : Negeri di Ujung Tanduk
Pengarang                   : Tere Liye
Penerbi                        : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit                : 2013
Tebal Buku                  : 360 halaman
Harga                          : Rp 55.000,00

Setelah sukses menghadirkan gebrakan awal yang sangat berkesan dalam karyanya yang berjudul ‘Negeri Para Pedebah’, kali ini Tere Liye meluncurkan novel sekuel keduanya yang berjudul ‘Negeri di Ujung Tanduk’ . Novel kali ini membawa dunia gemerlap suramnya politik sebagai sebagai latar belakang dan menghadirkan kisah masalah keluarga si tokoh utama yang berkaitan satu sama lain. Berikut kutipan indah dan puitis prolog yang menggambarkan gambaran awal bagi calon pembaca :
Di Negeri Ujung Tanduk
kehidupan semakin rusak,
bukan karena orang jahat semakin banyak,
tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi
Di Negeri Ujung Tanduk
para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan,
bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan,
tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian
Tapi di Negeri di Ujung Tanduk
setidaknya, kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci,
meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata,
dia akan berdiri paling akhir, demi membela kebenaran
          
Dengan hanya bersetting waktu selama 48 jam atau 2 hari 2 malam, rentetan kejadian menegangkan berhasil dikemas secara luar biasa oleh Tere Liye menjadi 360 halaman. Novel ini menceritakan perjuangan sosok seorang konsultan politik bernama Thomas. Singkat cerita, akhirnya ia bertemu dengan seorang klien politik berinisial JD yang akan mencalonkan diri sebagai seorang presiden. Sebuah pertemuan yang segera merubah sudut pandangnya 180º. Motivasi yang awalnya untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya, berubah 180º untuk memperbaiki kondisi negara yang semakin bobrok, dikarenakan omong kosong ‘penegakan hukum’ yang JD usung terlihat sangat meyakinkan yang membuat pendirian egoisme seorang Thomas goyah dan berubah. Tetapi, tidak semudah seperti membalik telapak tangan, perjuangan memperebutkan posisi kursi nomer satu di negeri ini yang ditempuh ini jauh lebih berat dan tak terbayangkan. Mereka harus berhadapan dengan ‘mafia hukum’ yang tidak ingin calon presiden yang mereka usung menang.

Dimulai dari cerita Thomas yang sedang menghadiri konferensi politik di Hongkong, bertarung tinju di Makau, ditangkap di perairan Cina dengan tuduhan memiliki 100kg heroin dan sekarung senjata laras panjang, dijebloskan ke penjara, kabur dari penjara di Jakarta, tiba-tiba mendengar kabar bahwa kliennya, JD, ditangkap polisi dengan tuduhan korupsi mega proyek Gedung Olahraga, bertolak menuju Denpasar untuk meyakinkan peserta konvensi untuk tetap memberikan suara bulat untuk JD agar tetap maju menjadi calon presiden, kemudian kembali ke Jakarta mengatur pertemuan dengan para wartawan senior, pengamat politik, dan komentator untuk membentuk opini publik mengenai JD, lalu memenuhi undangan polisi bintang tiga untuk ‘menyelesaikan permasalahan’ di Hongkong. Tidak luput pula cara luar biasa Thomas dalam lolos di setiap penangkapan oleh oknum.

Sosok Thomas yang dihadirkan sebagai seorang yang cekatan serta mempunyai karisma dalam meyakinkan orang lain,  juga penuh rencana saat bertindak, pasti membuat pembaca segera jatuh cinta akan tokoh utama yang dihadirkan oleh Tere Liye ini. Lebih tepatnya menanamkan bibit-bibit ide dan membiarkannya tumbuh sendiri kemudian tersebar di pikiran orang-orang yang diajaknya bicara, seperti penggalan cerdas kata-katanya sbb :

“... Dia bersumpah akan memberantas hingga hingga ke akar-akarnya parasit hukum di negeri ini, orang-orang yang mempermainkan bahkan mengolok-olok hukum itu sendiri. Itu ide besar yang disukai banyak orang, sekaligus dibenci banyak pihak. Dari ketiga fakta itu, siapa yang melakukan serangan politik ini? Membunuh karakter klien kami? Jawabannya adalah kejadian ini jelas melibatkan konspirasi besar dari banyak pihak, orang-orang akan terganggu jika klien kami menjadi presiden. Aku akan menyebutnya dengan istilah mafia hukum. ... Mereka bergerak diam-diam, tidak terlihat oleh siapa pun. Bahkan yang lebih mengerikan lagi, boleh jadi ada teman profesi kalian yang menjadi anggota mafia ini.” (Hal. 140-141 ~ Ep. 13 ‘Mafia Hukum’)

“... Tidak boleh lagi calon presiden hanya ditentukan oleh mereka, elite politik. Kita semua pemilik partai ini, kitalah pemilik suaranya, maka kita sendiri yang akan menentukan nasib partai ini, bukan mereka.” (Hal. 237 ~ Ep. 21 ‘Faksi Konvensi Partai’)

Olahan bahasa cerdas Tere Liye akan membuat pembaca terkagum-kagum akan pemilihan kata dari seorang penulis ulung seperti dirinya meskipun pada awal pergerakan ceritanya nampak sedikit lambat. Tetapi berangsur angsur pembaca akan dijejalkan rentetan kejadian yang tidak akan disangka-sangka. Seperti suasana tenang yang diceritakan ketika berada di kapal pesiar baru milik Thomas bersama Opa dan Kadek-orang kepercayaan serta seorang wartawan review politik mingguan bernama Maryam yang juga turut serta berada dalam kapal tsb setelah susah payah mengejar jadwal Thomas yang penuh, kemudian mendadak berubah dengan dikejutkan dengan kedatangan sekelompok pasukan berpakaian taktis yang mendorong mereka dengan senjata. Anehnya, pasukan tsb menemukan sejumlah besar bubuk heroin, senajata otomatis, granat, dan juga peledak mematikan di kapal miliknya. Segera Thomas menyadari, bahwa seseorang yang berkuasa tengah menjebaknya dengan tuduhan dan berusaha menjatuhkannya.

Hal ini memang berkaitan dengan pekerjaannya sebagai seorang konsultan keuangan profesional. Dia sedang membantu seorang politikus berinisial JD yang menjadi kandidat terbaik pemilihan presiden. Dari hal inilah kemudian muncul pihak yang kontra akan klien yang Thomas miliki.

Tidak berhenti sampai sana, Tere Liye menghadirkan masalah baru kembali, dimana Thomas harus dikejutkan  dengan berita bahwa klien politiknya ditangkap atas tuduhan korupsi besar-besaran yang membuat status JD sebagai kandidat calon presiden dipertanyakan. Namun Thomas tidak langsung berhenti sampai situ. Dia mati-matian membela kliennya karena menurutnya JD adalah orang yang memang pantas untuk menjadi orang nomer satu di Indonesia. Satu dari sekian “omong kosong” paling meyakinkan yang dilontarkan JD yang memutuskan Thomas untuk menawarkan diri bantuan politik sebagai konsultan energi adalah :
“... Kita harus menyadari hal ini. Kita sebenarnya sedang berperang melawan kezaliman yamg dilakukan kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita yang mengambil keuntungan karena memiliki pengetahuan, kekuasaan, atau sumber daya. Jika kita memilih tidak peduli, lebih sibuk dengan urusan masing-masing, nasib negeri ini persis seperti keranjang telur di ujung tanduk, hanya soal waktu akan pecah berantakan. Ini negeri di ujung tanduk, Thomas” (Hal. 116 ~ Ep. 11 ‘Siapa yang pantas dibela?’)

Dikejar-kejar oleh waktu yang terus berjalan, ia harus berhasil meyakinkan anggota partai sebelum konvensi partai besar dibuka. Mafia hukum yang tersembunyi itupun terus berusaha menangkapnya dengan berbagai macam cara dan selalu Thomas berkali-kali pula lolos dari jebakan tsb dengan dibantu oleh banyak rekan yang mempercayai dan mendukungnya, seperti, Maggie, sekertaris sekaligus orang kepercayaannya yang berperan banyak dalam menggali informasi-informasi penting.. Sebelumnya Thomas sudah pula mencari suara dari para wartawan dimana disinilah ia menyebut pertama kali kata ‘mafia hukum’ dengan penggambaran yang luar biasa masuk akal :
“... Dia bersumpah akan memberantas hingga hingga ke akar-akarnya parasit hukum di negeri ini, orang-orang yang mempermainkan bahkan mengolok-olok hukum itu sendiri. Itu ide besar yang disukai banyak orang, sekaligus dibenci banyak pihak. Dari ketiga fakta itu, siapa yang melakukan serangan politik ini? Membunuh karakter klien kami? Jawabannya adalah kejadian ini jelas melibatkan konspirasi besar dari banyak pihak, orang-orang akan terganggu jika klien kami menjadi presiden. Aku akan menyebutnya dengan istilah mafia hukum. ... Mereka bergerak diam-diam, tidak terlihat oleh siapa pun. Bahkan yang lebih mengerikan lagi, boleh jadi ada teman profesi kalian yang menjadi anggota mafia ini.” (Hal. 140-141 ~ Ep. 13 ‘Mafia Hukum’)
        
            Disusul penyergapan oleh serombongan orang bersenjata lengkap di kantor Thomas yang sontak membuatnya kalang kabut. Ia bersama Maryam digiring ke kantor kepolisian. Penulis kembali memunculkan tokoh baru, kawan tandingnya dulu, Rudi yang menjabat sebagai komandan kompleks pelatihan. Meskipun berada di situasi yang sulit, Tere Liye menghadirkan sosok Thomas yang santai :
            “Kau gila, Thomas. Bagaimana aku bisa tidur dalam situasi seperti ini?”
          “Mudah. Bayangkan saja kau memiliki peternakan domba besar, pejamkan mata, bayangkan kau menghitung domba-domba lucu tsb” (Hal. 217 ~ Ep. 20 ‘Sakit Perut dan Pesawat Militer’)


Selalu ada 3 versi dalam sebuah kejadian: versiku, versimu, dan FAKTA. Nah, seolah fakta terpisah dari dua persepsi ini. Fakta adalah fakta. Persepsi bisa jadi mengandung sedikit, separuh, atau sebagian besar fakta. Bisa jadi sama sekali tidak.

Yeay. My recomended books!

Cara Membuat Titik-titik Otomatis Daftar Isi

Januari 25, 2014 0 Comments
Dalam membuat sebuah makalah, buku, ataupun yang lainnya pasti membutuhkan daftar isi, untuk mempermudah pembaca menemukan intisari halaman pada karya tulis yang akan dibacanya. Berbicara mengenai Ms. Word, aplikasi komputer yang satu ini merupakan yang terbaik dalam hal pengolahan kata. Hampir semua orang di dunia dalam mengetik untuk mengerjakan tugas, membuat laporan, ataupun yang lainnya menggunakan aplikasi milik Microsoft ini. Soo, buat adik-adik seperguruan yang lagi sibuk banget buat KTI, kembali hadir.. Ini diaa.. Chekidot! (Check it out! -_-)

1. Bukalah Microsoft Office Word komputer sehingga muncul lembar kerja yang masih kosong. Dan, pastikan bahwa menu Ruler telah aktif. Jika belum, silahkan : Klik ribbon View lalu centang pilihan Ruler.


2. Setelah itu, ketik Daftar Isi pada awal paragraf yang di-rata tengahkan. Kemudian, pada paragraf kedua ketikkan Kata Pengantar. Lalu, klik pada area Ruler berwarna putih sehingga muncul tanda seperti huruf 'L' yang berwarna hitam. Buatlah tanda tersebut sebanyak 2 kali, dan aturlah posisinya seperti gambar berikut ini.


3. Berikutnya adalah klik 2 kali tanda "L" tersebut, sehingga muncul jendela tab seperti gambar dibawah ini.


Lalu aturlah sebagaimana berikut:
a. Pada bagian tab Stop Position & Default Tab Stop abaikan saja
b. Pada Alignment klik Right
c. Pada tab Leader pilih No. 2......
d. Klik tombol Set
e. OK

Sesudah melakukan langkah diatas, perhatikan bahwa tanda "L" diatas telah berubah posisi menjadi terbalik. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat gambar berikut.


4. Langkah selanjutnya, posisikan kursor pada Kata Pengantar. Lalu, klik tombol TAB yang terdapat di keyboard, maka dengan otomatis titik-titik tersebut keluar sampai tanda "L" yang terbalik seperti pada gambar berikut ini.


5. Selanjutnya, tekan tombol TAB kembali sehingga kursor meloncat ke tanda "L" yang kedua, dan ketikkan nomor halamannya

Setelah selesai membuat titik-titik dan mengisi nomor halaman pada Kata Pengantar. Anda tidak perlu lagi mengulangi langkah di atas, yang diperlukan adalah melanjutkan pengetikan elemen dari Daftar Isi tersebut, seperti Kata Pengantar, Cerita Masa Lalu, dan lain-lain disesuaikan dengan tema karya tulis yang Anda buat.

Okey. selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Sukses untuk kita semua:)
Follow @almirajengg :))



16 Okt 2013

The Legend of Roro Jonggrang

Oktober 16, 2013 0 Comments


Once upon a time, there was a kingdom named Pengging. The people lived peacefully because the king governed his country wisely. Pengging kingdom had a prince named Bandung Bondowoso. He was very handsome. Meanwhile, The king of Prambanan Kingdom, Prabu Baka, governed his nation sarcasticly and rudely. He was a giant and always ate the human being. Although Prabu Baka was a giant and man eater, he had a very beautiful daughter named Roro Jonggrang.
One day, Pengging Kingdom started the war to Prambanan Kingdom, because it always looked for people as the food of the king. The war between Prambanan and Pengging could not be avoided..  Pengging could win the war because Bandung Bondowoso had a supernatural power. Bandung Bondowoso' soldiers were not only humans but also genies. Those creatures always obeyed him. They always did whatever he asked them to do. Prambanan lost the war and of course Bandung Bandowoso had killed the king.
However the king of Prambanan had a beautiful daughter. Her name was Loro Jonggrang (Rara Jonggrang). Her famous beauty was known throughout the country, and princes from far and different land and kingdoms came to propose her. However, her beauty did not make her humble, instead she grew her arrogance even more. She refused all their proposal, and sometime in harsh as well. Many returned brokenhearted. But...
Soldier : "Im sorry princess.. We have lost"(hard breathing)
RJ : "What? My father? How about my father? Keep him alive please!"
Soldier : "He.. has killed. We are really sorry."
RJ : "How could it be. Dad.. Oh my dad.. Who has killed dad?!"
Soldier : "He is Bandung Bondowoso"                
RJ : "Shit! You have killed my father! Im going to kill you!" (so angry)
Soon Bandung and soldiers entered the Baka Palace. They could enter it easily, because Prambanan had no king. Then, he saw a very beautiful girl, Roro Jonggrang. He stared at her.
BB : "Very beautiful girl....very beautiful girl..." (come closer)
BB : "Whats your name?"
RJ : "My name is Roro Jonggrang. Whats your name?"
BB : "I'm Bandung Bondowoso"
Bandung Bondowoso fell in love with her. After hesitated for a moment then Jonggrang said..
RJ : "So...You...You have killed my father......"
BB : "You got wrong info pretty girl. Im in love with you. How could you say like that?"
RJ : "Hi ..Bandung you should know.. Don’t be proud yourself. I don’t like you. I don’t love you. I really hate you. You have destroyed my country. You have killed my people. You have kiled my  father, Prabu Baka... You have destroyed my future. No....No.....Never. (cry) I will never love with you. How could I love the man that has killed my father"
BB : "Jonggrang. Please don't be sad. Please don’t cry. I am sorry. Im sorry Jonggrang. Please forgive me. I don't know that Prabu Baka is your father. I am here just for you... I really like you... You are my everything....You are my life.... You are my daily sunshine.... My heart has fallen in love with you. Would you accept my love and marry with me.......my honey......?"
Roro jonggrang  kept silence. She was shocked. She sat at the ground. She didn’t like Bandung Bondowoso because he was a mean person. She wanted to refuse, but she afraid that Bandung Bondowoso would be angry and endangered the people of Prambanan. It was a shame to reject his offer directly. She tried to find a better a way. After thingking for a while then she came up with a plan,
RJ : "Bandung.. All right. I will accept your love and I will marry you, if you can built thusand temples in just one night"
BB : "“What? That’s impossible! How could I make it? I think its very difficult.”
RJ : "Bandung, if you dont make it so. I will not accept your love!"             
BB : "Okay. Wait for me here. I will carry out this condition"
Bandung did not wanna give up. Then he consulted with his advisor.
BB : "What ought I to do?“
Advisor : "Your Majesty can asked the genies to help built the temples"
So, Bandung Bondowoso summoned his entire genies soldier and commanded them to help him built a thousand temples. He used his power to call all the genies and asked them to keep on working until they completed 1000 temples by the time the rooster crowed the next morning.
The evining came. It was so dark. Bandung sat on the ground. He put his hands to his chest. He kept silence and then prayed.
BB : "My evil spirit come! Come! Come! I need your help! I need your help! I need your help!
Immediately, the evil spirits appeared.
Evil : "Yes my lord. Yes my lord. My Lord Bandung. What can we do for you?"
BB : "Help me make a thosand sculptures in one night!"
Evil : "All right my Lord. We will carry out your order."

All evil spirit Bandung was making sculptures. The genies worked in unbelievable speed. They worked without stop any second. They would only stop by the time the rooster crowed. Soon hundreds of temples were completed. This made Roro Jonggrang restless. She could not sleep or even closed her eyes. She tried to think any way to fail Bondowoso. But again, she got an idea. She asked all of her servants to help her.
RJ : "Please prepare a lot of straw and mortar. Please hurry up!"
Servants : "Yes! But What are they for?"
RJ : "Just do it! Please quick! Help me. I dont want to marry him. Go! Go! Hurry up!"
All those servants did what Loro Jonggrang ordered them; burning straw and pounding the mortar, making the genies think that the sun is going to rise. They were confused. They did not know why Loro Jonggrang asked them to prepare a lot of straw and mortars in the middle of the night.
RJ : ""Listen, all those genies are building the temples, right? We have to stop them by burning the straw and make some noise by pounding the mortar. The genies will think that sun is going to rise and they will run away. Genies are afraid of sunlight. Come on!”
It worked! All those genies thought that sun rose. They did not know the light was from the fire that burning the straw. And the noise from pounding the mortar was like the start of a new day.
Evil leader : “It’s already dawn. We have to go"
Evil 1 : "Yes! Lets go. Sun is going to rise!"
Evil 2 : "Move away. Morning is coming. Im afraid of sunlight!"
All the genies immediately stopped their work and ran for cover from the sun, which they afraid of. They didn’t know that the light was from the fire that burning the straw, not from the sun. And Bandung Bondowoso can’t stop the genies from leaving. He was dissapointed to see this.
The next morning, Roro Jonggrang tried to see how many number the temples were.
RJ : "One...two...three...one hundred...seven hundred...nine hundred ninety nine.. Hey! It just 999 scluptures. So it meant you cant marry me" (glad)
Bandung was angry. He knew Loro Jonggrang had just tricked him. He was very mad. He pointed his finger to Loro Jonggrang and said some mantras.
BB : "You cannot fool me, Loro Jonggrang. I already have 999 temples. I just need one more temple. Now, I will make you the one-thousandth temple!"
With his supernatural power, Bandung Bondowoso made Loro Jonggrang a temple and completed 1.000 sculpture.
Until now,  the temple is still standing in Prambanan area, Central Java. And the temple is called Loro Jonggrang temple.

Your turn :
Almir                     : Italic
Chatrien               : Underlined        (Roro Jonggrang)
Ikha                       : Bold                    (Bandung Bondowoso)

(Nb. Teks story telling tinggal diapalin sekaligus sama giliran. Untuk informasi lebih lanjut.. call me aja ya di nomer hape ku ***799 okay.. Thanks.)

7 Okt 2013

Debu...

Oktober 07, 2013 0 Comments
Kau beterbangan menerobos mulutku
membuat nafasku tersengal
terjepit sendu
bagai tertusuk duri suci
yang berlabel instansi

Oh bunga setaman
harummu kini tak mampu lagi menawan
melawan serangan dari busuknya kepentingan

Tanyaku berulang
layaknya kerbau ompong yang mengadu pada lembu
keduanya hanya bisa menahan sendu

melihat monyet-monyet asyik berbisik
meniupkan rasa syirik
bagi makhluk yang dirasa terbaik

Karya : Muh. L.S.

(I was that impressed reading your poem. Thanks.. Dedicated for LDBI Oct 2013. We may be called lost, but not for the language skills we have! )

29 Sep 2013

Live for The Life

September 29, 2013 0 Comments
In life you'll meet two types of people : The ones who inspire you and the ones who bring you down, But in the end you'll be thanking both of them.
Secercah kutipan yang langsung nyess di hatiku. Yahh, selama ini memang begitulah kejadiannya. Kadang hidup diatas, tapi kadang juga terlempar jauh kedalam. Jatuh tak berbekas. Sakit..
Dalam hidup akan banyak rintangan silih berganti meski kita bleng tidak tahu menahu. Kejadian yang dibuat oleh manusia sendiri dan so pasti juga karena kehendak tangan Tuhan Yang Kuasa. Kadang dibuat bingung pula kenapa harus ada rasa sakit kalau ujung-ujungnya *apaya*... hmm* kita mesti MATI juga! #loh?
Well, back to our basic..
Membahas orang yang knock us down, memang bakalan gak selesai-selesai bahas mereka yang masa bodoh tidak pernah melihat hati kita merintih karena kata-kata yang menyayat hati *idiww*. Tenang. Tatap mata yang full of sins mereka. Bilang aja, “Hey you! Listen! Whatever you bullied me, think fuck things about me, flirt on me, dont like all my acts, pray bad for me, spread fake jokes of mine, laughing on my sadness, many more. You dont ever get your happiness because I would never BREAKING!”. Itu versi Inggris *aslibuatangue*. Indonesianya gak perlu dibahas kan J
Bukan cuma omong doang yang bakalan kita cakar-cakar tapi juga tindakan NYATA. Perlu diakui sih kalau mereka udah buat kita rendah diri didepan mata orang lain. Balas dengan membuat mereka malu, “Ngrasa hidup loe sempurna apa? Gue juga bisa lebih :V”, mereka malu didepan orang banyak. Perlu diketahui kalau sebenarnya rasa rendah diri itu *insyaAllah* biasanya rasa-nya kan yang ngrasa cuma kita doang selebihnya mereka (bc. orang lain). Kalau malu itu, udah diketawain orang lain, juga aduhhh gila ini main harga diri. Harga diri kita bakalan diinjek-injek. *asahgolok*. Nah kan, buat semuanya jangan mau dong kalah sama mereka yang udah jahat sama kita. Karena pada suatu saat pembalasan akan menimpa mereka semua *hikshiks*. Anyway, doa yang kita panjatkan juga jangan yang buruk-buruk dumzz. Ntar apa bedanya sama mereka tuh.
Hargailah teman-teman yang sama sekali tidak mengejek kamu sekalian. Bukan berarti yang jahat, kamu jahatin juga -_- Tu est genial, s’il te plaît! Jadi orang yang dewasa sedikit dongss :D
Walaupun begitu, mungkin bukan sekarang guys.. Mungkin saat kita dewasa nanti. Entah.. Mereka sudah hadir dihidup kita dan satu kuncinya, entah itu baik ataupun buruk, haruslah disyukuri.. Keep on moving! They never catch us down. However they are building ourself grows better with various experience and let us feel the most embracing nor bitter taste for our life. Dont be too sensitive. Catch them as well as you are, because they make real you are inside giving all they have J Love them easily but Care them mostly.. Care is better than love. Karena cinta kadang pakai nafsu. Nafsu buruk? Yes, it could be. Atau nafsu tentang cinta sejati? Depends from us. Intinya serahkan cinta sejati buat Allah SWT. Serahkan segalanya. Niscaya kita bakalan hidup tenang, gak gentayangan diliputi sifat syatan.. Sooo, tambahan quotes kita hari ini adalah :
Having everything doesnt make you special.

Having someone who values you more than everything, that’s special...

Kalutnya Rasa Ketika di Bawah

September 29, 2013 0 Comments
Pas banget buat malem ini yang hawanya mendung sih, tapi panassssnya pake banget. Dan cucok banget buat rasa galauku yang bisa dibilang gagal buat malem ini. Terserah apa kata Bapak/Ibu Guru dah kalau masih banyak kesempatan, tapi face the real! Hidup kita yang gak kaya movies gitu, yang bisa dengan gampangnya nyusun skenario with the end, good person always win, dan yang perlu digaris bawahi lagi yaitu werent we good? Or you hoped something good in this good-bad situation??

*upssss* STOP! I was such that far. OeMGe xD dont too ego!

Okay ladies and gentlemen, lomba yang baru aja kuhadapi belum menelorkan hasil. Ckckc. Sebenarnya itu team-ku gak buruk-buruk banget. Semua tenaga udah ane keluarin. Semua jerih payah, piluh keringat, tetesan air mata sudah tuntas semua aku tumpahkan demi lomba itu.. (nb. Sori kalo pembaca kepo lomba apaan) Lombanya apa juga gak penting buat dibahas. *emot sad*.. Aku udah ngrasaa perihal buruk juga sebenarnya guys.. Buruk ini memang beneran muncul bukan karena aku emang udah ketimpa hal buruk itu juga. Tapi ngrasa gak enak gitu lah. You know..

Main point sekolah ane emang udah terkenal top markotop nya buat akademik dan tetekbengeknya. Dari rasa optimis itulah yang mbuat terlalu sakit. Harapan yang terlampau gede dan bermuluk-muluk juga taruhan harapan dari orang-orang sekitar yang mbantu kita so pasti. Kita semua udah ngrasain gimana rasanya tertindas tu dalam lomba. Meskipun dari sekolah ter-kece sekalipun gak akan merubah kenyataan kalau kita emang gak sebagus yang lain. Tapi juga kita punya harga diri. Hargai dong! Jangan makan semangat kami! *DEMO*

*uphh* forget it..

Intinya malam ini, kami kalah. Tapi bukan berarti kami selesai.. Masih banyak kesempatan menanti disana *guruguebilanggitu*.. Well, dan mungkin satu hal yang bisa kusimpulkan, mungkin jalanku bukan di sini.. Instead it doesnt depend on the outer-side.

Kami kalah, *yagapapap* bukan berarti selesai. Tapi ini adalah permulaan. Awal dari semangat kami yang mungkin lebih berkobar dari anda sekalian. Tapi sekali Nadi berdetak dalam raga kami, tak ada apapun yang bisa menghalangi kami untuk kalah. Dia baru saja lahir. Dan kami butuh untuk rehat sejenak. Jadi tunggulah yang terjadi setelahnya.

We win, not because the hokey that we get.
But it talks ‘bout our “fights” which never end.

With sacrifice and the whistle.
Until the last tears it hard.
We are always be us.

Among us who cant be separated.. Here we goo!